Hingga September 2026

Langganan Sekarang
Logo Bakoelku
Trial Tutorial Affiliate Blog
Masuk Coba Gratis
Keuangan & Pembukuan UMKM

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk UMKM

Laporan keuangan sederhana membantu UMKM memahami kondisi bisnis melalui pencatatan pendapatan, pengeluaran, aset, kewajiban, dan modal. Pembuatannya dapat dimulai dengan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat seluruh transaksi, mengelompokkan pemasukan dan biaya, lalu menyusun laporan secara berkala. Pencatatan yang konsisten membantu pemilik usaha mengetahui laba dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Tim Bakoelku
07 Oktober 2026 7 menit baca Keuangan & Pembukuan UMKM
Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk UMKM

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk UMKM

Mengelola bisnis tanpa pencatatan keuangan yang rapi membuat pemilik usaha sulit mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan. Omzet mungkin terlihat meningkat, tetapi tanpa pencatatan, biaya, utang, modal, dan laba bisa tercampur.

Karena itu, laporan keuangan sederhana UMKM penting untuk membantu pemilik usaha memahami kondisi bisnis berdasarkan angka. Laporan tidak harus langsung rumit. UMKM dapat memulainya dari pencatatan transaksi yang konsisten, kemudian menyusun laporan secara berkala.

Memahami Laporan Keuangan Sederhana UMKM

Apa Itu Laporan Keuangan Sederhana UMKM?

Laporan keuangan sederhana UMKM adalah rangkuman informasi keuangan usaha yang disusun berdasarkan transaksi bisnis selama periode tertentu. Informasi tersebut dapat digunakan untuk melihat pendapatan, biaya, keuntungan atau kerugian, serta kondisi aset dan kewajiban usaha.

Dalam praktiknya, bentuk laporan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Namun, jika ingin menyusun laporan sesuai SAK Indonesia untuk EMKM, IAI menjelaskan bahwa laporan keuangan minimum mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.

Dengan demikian, pencatatan sederhana untuk kebutuhan operasional sehari-hari sebaiknya dibedakan dari laporan keuangan yang secara khusus ditujukan untuk memenuhi standar akuntansi.

Mengapa UMKM Perlu Membuat Laporan Keuangan?

Pencatatan keuangan membantu pemilik usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih objektif. Beberapa manfaatnya adalah:

  • Mengetahui apakah usaha memperoleh laba atau mengalami rugi.
  • Memantau pengeluaran dan biaya operasional.
  • Mengetahui jumlah aset dan kewajiban.
  • Membantu mengevaluasi kinerja usaha.
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis.
  • Memudahkan penelusuran transaksi.
  • Membantu menyiapkan informasi ketika membutuhkan pembiayaan atau keperluan administrasi lainnya.

Bank Indonesia juga menyediakan pedoman pencatatan transaksi keuangan untuk UMK karena pencatatan dan laporan keuangan dapat membantu UMKM memahami kondisi usahanya serta mendukung kebutuhan pembiayaan.

Komponen Laporan Keuangan yang Perlu Disiapkan

Sebelum membuat laporan, pahami terlebih dahulu informasi yang perlu dikumpulkan.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan beban selama periode tertentu untuk mengetahui hasil usaha.

Rumus sederhananya:

Laba Bersih = Pendapatan - Beban

Contohnya, jika selama satu bulan usaha memperoleh pendapatan Rp20.000.000 dan mengeluarkan biaya Rp15.000.000, maka laba sebelum komponen lain yang relevan adalah Rp5.000.000.

Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan menggambarkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas pada suatu tanggal.

Secara sederhana:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Aset dapat berupa kas, rekening usaha, persediaan, peralatan, atau aset lain yang dimiliki bisnis. Kewajiban merupakan utang yang harus dibayar, sedangkan ekuitas menggambarkan hak pemilik atas aset setelah dikurangi kewajiban.

Catatan Transaksi dan Arus Kas

Sebelum menyusun laporan, bisnis perlu memiliki catatan transaksi yang rapi. Catatan tersebut dapat berisi tanggal, jenis transaksi, keterangan, jumlah pemasukan, dan pengeluaran.

Untuk kebutuhan pengelolaan internal, pemilik juga dapat membuat rekap kas masuk dan kas keluar agar pergerakan uang lebih mudah dipantau.

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana UMKM

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Langkah pertama adalah memisahkan uang pribadi dengan uang bisnis. Jangan mencampurkan belanja pribadi dengan pengeluaran usaha dalam satu catatan.

Pemisahan ini membuat transaksi lebih mudah ditelusuri dan membantu pemilik mengetahui kondisi bisnis sebenarnya. Konsep pemisahan entitas bisnis juga menjadi salah satu konsep penting dalam SAK Indonesia untuk EMKM.

Catat Semua Transaksi

Catat transaksi sesegera mungkin. Jangan hanya mencatat transaksi besar karena pengeluaran kecil yang terakumulasi tetap dapat memengaruhi hasil usaha.

Contoh transaksi yang perlu dicatat:

  • Penjualan produk.
  • Pembelian barang dagangan.
  • Pembelian bahan baku.
  • Pembayaran listrik dan internet.
  • Biaya transportasi bisnis.
  • Pembayaran sewa.
  • Pembelian peralatan.
  • Penerimaan atau pembayaran utang.

Kelompokkan Pendapatan dan Pengeluaran

Setelah transaksi tercatat, kelompokkan berdasarkan jenisnya.

Misalnya:

KategoriContoh
PendapatanPenjualan produk
Biaya produksiBahan baku
Biaya operasionalListrik, internet, sewa
Biaya penjualanPromosi, biaya transaksi
AsetPeralatan, kas, persediaan
KewajibanUtang usaha
ModalSetoran pemilik

Pengelompokan membuat proses penyusunan laporan menjadi lebih mudah dan mengurangi risiko transaksi tercatat pada kategori yang keliru.

Hitung Laba atau Rugi

Jumlahkan seluruh pendapatan selama periode yang ditentukan. Setelah itu, kurangi dengan beban yang relevan.

Contoh:

Pendapatan: Rp30.000.000
Total beban: Rp22.000.000
Laba: Rp8.000.000

Perhitungan ini membantu pemilik melihat hasil operasi usaha selama periode tersebut.

Rekap Aset, Utang, dan Modal

Untuk mengetahui posisi keuangan, buat daftar aset yang dimiliki, kewajiban yang harus dibayar, dan modal pemilik.

Data tersebut dapat digunakan untuk memeriksa apakah posisi keuangan sudah masuk akal dan membantu pemilik memahami berapa banyak sumber daya yang benar-benar dimiliki bisnis.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana UMKM

Contoh berikut merupakan ilustrasi hipotetis.

Sebuah usaha makanan mencatat transaksi selama satu bulan sebagai berikut:

KeteranganNilai
PenjualanRp25.000.000
Bahan bakuRp10.000.000
KemasanRp2.000.000
Listrik dan internetRp1.000.000
TransportasiRp1.000.000
PromosiRp1.500.000
Biaya lainRp500.000
Total biayaRp16.000.000
LabaRp9.000.000

Dari contoh tersebut, pemilik dapat melihat bahwa pendapatan bulan tersebut sebesar Rp25.000.000 dan biaya yang dicatat sebesar Rp16.000.000 sehingga menghasilkan laba Rp9.000.000.

Namun, angka tersebut merupakan ilustrasi sederhana. Dalam laporan akuntansi yang lebih lengkap, perlakuan terhadap persediaan, aset tetap, penyusutan, utang, pajak, dan transaksi lainnya perlu diperhitungkan sesuai kebutuhan serta standar yang digunakan.

Perbandingan Pencatatan Manual, Spreadsheet, dan Aplikasi

AspekManualSpreadsheetAplikasi
Cara pencatatanBuku fisikFile digitalSistem aplikasi
Kemudahan awalMudahCukup mudahBergantung aplikasi
Perhitungan otomatisTidakBisaUmumnya tersedia
Risiko salah hitungRelatif lebih tinggiDapat dikurangi dengan formulaDapat dikurangi dengan otomatisasi
Pelacakan transaksiManualLebih mudahLebih terstruktur
Cocok untukTransaksi sangat sedikitUMKM yang ingin fleksibelBisnis dengan transaksi rutin

Tidak ada satu metode yang wajib digunakan oleh semua UMKM. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan volume transaksi, kemampuan pengguna, kebutuhan laporan, dan anggaran.

Tips dan Kesalahan yang Perlu Dihindari

Agar pencatatan lebih bermanfaat, lakukan beberapa kebiasaan berikut:

  • Catat transaksi secara rutin, bukan hanya ketika membutuhkan laporan.
  • Simpan bukti transaksi seperti nota dan faktur.
  • Gunakan kategori biaya yang konsisten.
  • Pisahkan rekening atau kas bisnis dari uang pribadi.
  • Lakukan rekonsiliasi kas secara berkala.
  • Tentukan periode laporan, misalnya bulanan.
  • Periksa kembali angka sebelum menggunakan laporan untuk mengambil keputusan.
  • Gunakan sistem digital jika volume transaksi sudah sulit dikelola secara manual.

Sebaliknya, hindari beberapa kesalahan umum seperti mencatat omzet sebagai laba, melupakan pengeluaran kecil, mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, atau membuat laporan hanya berdasarkan ingatan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tujuan laporan. Laporan sederhana untuk memantau bisnis belum tentu memenuhi seluruh kebutuhan pelaporan berdasarkan standar akuntansi atau perpajakan. Untuk kebutuhan formal, periksa ketentuan yang berlaku atau konsultasikan dengan profesional.

FAQ

Apakah UMKM wajib membuat laporan keuangan?

Kebutuhan pencatatan dan pembukuan dapat berbeda berdasarkan bentuk usaha serta ketentuan yang berlaku. Untuk tujuan perpajakan, terdapat ketentuan mengenai pembukuan dan pencatatan. Karena itu, UMKM sebaiknya tidak menyamakan kebutuhan laporan internal dengan kewajiban administrasi perpajakan.

Apa saja laporan keuangan yang perlu dibuat UMKM?

Untuk laporan yang mengikuti SAK Indonesia untuk EMKM, laporan keuangan minimum terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.

Apakah laporan keuangan UMKM bisa dibuat di Excel?

Bisa untuk kebutuhan pencatatan dan pengelolaan internal. Spreadsheet dapat digunakan untuk membuat tabel transaksi, menghitung total, serta menyusun laporan sederhana selama pengguna memahami struktur pencatatannya.

Berapa periode laporan keuangan yang sebaiknya dibuat?

Untuk pengelolaan operasional, laporan bulanan sering kali praktis karena memungkinkan pemilik memantau perubahan pendapatan, biaya, dan laba secara berkala. Periode pelaporan formal dapat mengikuti kebutuhan bisnis dan standar yang diterapkan.

Apa perbedaan pembukuan dan laporan keuangan?

Pembukuan atau pencatatan merupakan proses mengumpulkan dan mengorganisasi informasi transaksi. Laporan keuangan merupakan penyajian informasi tersebut dalam bentuk laporan yang membantu pengguna memahami kondisi dan kinerja keuangan.

Apakah uang pribadi pemilik termasuk pendapatan usaha?

Tidak. Setoran pemilik ke bisnis dan pengambilan dana untuk kebutuhan pribadi perlu dicatat secara berbeda dari pendapatan dan beban usaha agar hasil bisnis tidak terdistorsi.

Apakah aplikasi kasir bisa membantu membuat laporan keuangan?

Aplikasi kasir dapat membantu mencatat transaksi penjualan dan menyediakan data transaksi yang lebih terstruktur. Namun, kebutuhan laporan keuangan yang lebih lengkap tetap bergantung pada fitur aplikasi, jenis transaksi, serta metode akuntansi yang digunakan.

Kesimpulan

Membuat laporan keuangan sederhana UMKM dapat dimulai dari hal mendasar: pisahkan uang pribadi dan bisnis, catat seluruh transaksi, kelompokkan pemasukan serta pengeluaran, kemudian lakukan rekap secara berkala.

Dari pencatatan tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui pendapatan, biaya, laba, serta posisi aset dan kewajiban dengan lebih jelas. Jika kebutuhan bisnis semakin kompleks, pencatatan sederhana dapat dikembangkan menjadi laporan yang lebih lengkap sesuai standar akuntansi dan kebutuhan administrasi.

Kunci utamanya bukan membuat laporan yang rumit, melainkan memastikan transaksi dicatat secara rutin, konsisten, dan dapat ditelusuri.
Ingin membuat pencatatan transaksi bisnis lebih praktis dan terorganisir? Gunakan Bakoelku untuk membantu mengelola transaksi kasir dan pencatatan penjualan dalam satu sistem. Dengan data transaksi yang lebih rapi, Anda dapat lebih mudah memantau aktivitas penjualan dan menjadikannya sebagai dasar untuk mengelola keuangan bisnis dengan lebih baik.